Minggu, 13 Maret 2011
Sri Amperawati - Pengusaha Moci Asal Sukabumi
Baru beberapa tahun membuka usaha kue mochi, Sri Amperawati (44) atau yang akrab disapa Bu Sri menceritakan seputar kesuksesanya. Ya, produsen kue panganan yang terbuat dari tepung terigu ini mengaku meraih omzet jutaan rupiah dalam sehari. Pemasaran kuenya pun sampai ke Kuwait, Singapura dan Thailand. Laporan: Ujang Heryaman,-Sukabumi Sore itu itu tampak sebuah rumah industri kecil yang satu ruangan dengan tempat tinggalnya . Juga ada galeri yang dibangun sejak 2009 dan berada tepat di depan rumahnya di Jalan Bhayangkara gang Kaswari RT 02 RW 05 itu di desain dengan galeri mirip dengan toko kue pada umumnya, menjadi tempat penjualan Kue mochi. Meski, sampai sekarang tidak membuka cabang di manapun rumahnya untuk pembuatan berbagai jenis rasa mochi, di antara rasa kue tersebut, untuk rasanya juga bervariasi mulai rasa moka, cokelat, durian, dan keju wijen. Namun, tiap satu ikat kue moci isinya tiga dus dijual dengan harga Rp17.500 tergantung selera rasanya dan untuk rasa keju itu ia jual dengan Harga Rp20 ribu per iketnya. Berawal dari usaha yang diberikan pamanya, untuk menemukan hal yang baru untuk membikin kue asalnya namanya dari negara Jepang ini ia modifikasi dengan berbagai rasa, Sri (44) ini menceritakan kisahnya. Awalnya tidak terpikirkan untuk bisa menemukan ide baru, untuk meneruskan usaha yang digagas pamanya membuat usaha Kue ini yang berbeda dari yang lainya. kue tersebut dibuat bersama ke tujuh karyawanya dirumahnya di jalan Bhayangkara Kecamatan Cikole Kota Sukabumi , ketika itu Sri hanya awalnya hanya memproduksi 30 Kg bahan mochi.Ia buat dari tepung terigu, gula kacang ijo dan keju, di olah dengan menggunakan alat tradisional menggunakan peralatan rumah tangga seperti alat pengaduk kue. Sri pun mengakui karena pekerjaan sehari-harinya ia sebagai ibu rumah tangga. Ketika timbul niatnya untuk mencoba membikin usaha kue, iapun mencobanya dengan dibantu oleh pamanya yang lebih dulu membuat kue ini. Untuk pembuatan kue mochi berbagai rasa tergantung banyaknya bahan dan harganya pun berbeda. Jika rasanya hanya satu rasa bisa mengerjakan dengan cepat yaitu 1 hari. "Akan tetapi jika rasanya dikombinasikan dengan rasa yang lain dan jumlahnya banya bisa membikin sampai dua hari, " ungkapnya. Harga-harga kue cukup bervariasi mulai Rp 17.500 sampai Rp 20 ribu , tergantung rasanya. Dan untuk kue mochi rasa keju dengan balutan wijen juga ia membuanya. "Warna, dan rasanyapun beragam, ada yang berwarna merah muda, pink, dan hijau, " bebernya. Agar dapat memuaskan dan menarik para pembeli, membuat kue ini tersebut dengan berbagai model bungkus dan tempat ada dari dus, dan tas tenteng. Model tas tenteng itu untuk pesanan dua iket, jika mintapun para pelanggan pun diberikan tas itu. Untuk pembikinan setia 100 ikat kue, menggunakan bahan terigu, gula dan kacang ijo juga keju sampai beberapa Kg dan ditambah bahan baku lainya. Usaha tersebut diawali tahun 2009 sampai sekarang. Mengenai pemasaran mengaku sudah sampai ke berbagai Kota di indonesia dan sering mendapat pesanann dari negara Arab Saudi dan asia tenggara. Dengan modal awal Rp 1 juta. Modal tersebut dipergunakan untuk membeli bahan-bahan pembuatan baku kue, mulai dari tepung terigu, Tapioka, gula, keju dan yang lainya. Sesudah bahan-bahan baku terkumpul kemudian mencoba membuat kue yang berbeda dari kue yang lain. Untuk aroma rasa pandan, keju dan moka. Di Kota Sukabumi sendiri kini produk kuenyapun dipamerkan digalerinya dan dijual sekaligus dijual kepada para pelanggan. "Kami juga sering mengikuti pameran kuliner di berbagai Kota,"katanya . Banyak wisatawan domestik maupun lokal yang membeli kue mochi tersebut, bahkan pernah memesan sampai ratusan ikat dan dus. Jika pesanan lagi banyak dari luar kota, Sri mengaku omzetnya mencapai Rp3 juta sampai Rp 5 juta, dalam seminggu. Pengakuan Sri akan terus mengembangkan inovasi baru produk Kuenya agar tetap menarik hati para pelanggan baik dari Kota Sukabumi, maupun luar Kota Sukabumi."Untuk kualitas dan rasa yang bervariasi , dan banyak pesanan Sri berencana siap untuk mengeksportnya ke luar negeri,"pungkasnya.
Sumber : Radar Sukabumi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar