Rabu, 30 Maret 2011

Ungkapan "Boys Don't Cry"

Ketika seorang perempuan menangis, semua orang menganggap itu hal yang lumrah. Karena menganggap bahwa perempuan adalah makhluk yang sensitif dan emosional. Tapi tidak bagi laki - laki, bagi seorang laki - laki menangis itu ibarat menunjukkan kelemahan. karena itulah muncul ungkapan "Boys don't Cry".


Budaya menjadi pemicu utama kenapa ada ungkapan "Boys Don't Cry", hampir seluruh budaya di dunia menunjukan bahwa laki-laki yang "cengeng" bukanlah laki-laki "sejati". Dari kecil-pun jika seorang anak laki-laki terjatuh pasti di beri tahu "laki-laki tidak boleh cengeng". Banyak sekali produk budaya yang memang tidak membolehkan laki-laki untuk tidak gampang menitikkan air mata. Dan pantang hukumnya bagi laki - laki untuk menangis di hadapan umum. Jika memang tidak mampu menahan tangis, laki-laki di"wajibkan" untuk mencari tempat yang jauh dari pandangan umum untuk menangis. 


Selain karena faktor budaya yang meng"Haram"-kan  laki - laki untuk menangis. Laki-laki pada dasarnya jarang mengandalkan emosinya, kebanyakan menggunakan pikirannya untuk merepresi seluruh perilakunya. Sehingga hal ini membuat laki-laki tidak begitu ekspresif secara emosi. Jika menghadapi masalah, mereka cenderung lebih sering menyimpannya sendiri dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sebaliknya, wanita jika ada masalah akan merasa kurang klop kalau belum "curhat" kepada orang lain tentang masalah yang dihadapinya.







Resensi Film "Pirates from Silicon Valley"

 

     

    Awal cerita dimulai dengan kisah antara Steve Jobs dan Steve Wozniak, cerita bermula dengan kejadian kerusuhan tentang perang vietnam di kampus Berkeley tahun 1974. Setelah kejadian kerusuhan itu, Steve wozniak menawarkan pertemuan dengan seseorang yang bernama kapten Crunch, konon di kampus Berkeley kapten Crunch merupakan seseorang yang jenius. Dari pertemuannya inila kemudian wozniak mendapat ide pembuatan komputer yang berbeda dengan komputer yang ada di pasaran yang nantinya menjadi prototipe komputer Apple generasi awal.

     Kemudian cerita belanjut kepada duo Microsoft Paul Allen dan Bill Gates, cerita dimulai ketika Paul Allen menunjukkan berita tentang komputer buatan Altair. Ketika di tunjukkan pada Bill Gates, Gates mendapat ide tentang pembuatan Sistem Operasi yang akan ditawarkan pada produsen Altair.

     Pada saat yang lain, cerita berpindah pada duo Apple Steve Wozniak dan Steve Jobs. Duo ini mulai menjajakan komputer yang mereka buat, awalnya mereka menawarkan komputer ciptaan mereka kepada kalangan tertentu, seperti teman – teman terdekat, dan mahasiswa kampus Berkeley sendiri. Tak disangka ternyata komputer kreasi mereka mendapat respon yang luar biasa, keduanya mulai kebanjiran pesanan pembuatan komputer. Awalnya Steve Wozniak merasa tidak mampu menyelesaikan pesanan yang begitu banyaknya. Saat itulah seseorang bernama Mike Markula menawarkan kerja sama pembuatan komputer kepada duo Apple ini, dia menawarkan kontrak kerjasama dengan nilai US$ 500.000,-

     Tak disangka dengan kontrak yang ditawarkan oleh Mike Markula berbuah manis. Komputer Apple pertama mereka ternyata mendapat respon yang sangat baik oleh khalayak umum. Dan hal ini menandakan revolusi komputer yang pertama.
Pada saat yang bersamaan Bill Gates memulai program Operating System yang dikembangkannya untuk kemudian ditawarkan kepada perusahaan perusahaan komputer besar seperti IBM.


      Selanjutnya Apple mulai mencari – cari inovasi baru untuk komputer produksi mereka, target mereka pun beralih kepada segelintir pengembang komputer XEROX yang membuat komputer dengan perangkat baru ‘mouse’. Dengan cerdik Steve Jobs memberikan penawaran khusus untuk memborong komputer ‘mouse’ ini ke perusahaan Apple. Dengan perangkat ini Apple memulai produksi komputer generasi berikutnya seperti LISA dan MACINTOSH.
      Ternyata inovasi Apple ini membuat Bill Gates kebakaran jenggot, sehingga Bill Gates menyiapkan strategi baru yang akan ditawarkan kepada Steve Jobs. Bill Gates menawarkan program ‘Anti Virus’ kepada Apple. Tawaran ini ternyata diterima baik oleh pihak Apple. Saat itulah Bill resmi menjadi karyawan Apple. Selang waktu berjalan, ternyata Bill melakukan proyek lain diluar kesepakatannya dengan Apple. Yaitu mengembangkan Sistem Operasi Windows yang di jual kepada pihak luar. Hal ini membuat Steve Jobs berang, dan berakhirlah kerjasama antara Steve Jobs dan Bill Gates.