Rabu, 30 Maret 2011

Ungkapan "Boys Don't Cry"

Ketika seorang perempuan menangis, semua orang menganggap itu hal yang lumrah. Karena menganggap bahwa perempuan adalah makhluk yang sensitif dan emosional. Tapi tidak bagi laki - laki, bagi seorang laki - laki menangis itu ibarat menunjukkan kelemahan. karena itulah muncul ungkapan "Boys don't Cry".


Budaya menjadi pemicu utama kenapa ada ungkapan "Boys Don't Cry", hampir seluruh budaya di dunia menunjukan bahwa laki-laki yang "cengeng" bukanlah laki-laki "sejati". Dari kecil-pun jika seorang anak laki-laki terjatuh pasti di beri tahu "laki-laki tidak boleh cengeng". Banyak sekali produk budaya yang memang tidak membolehkan laki-laki untuk tidak gampang menitikkan air mata. Dan pantang hukumnya bagi laki - laki untuk menangis di hadapan umum. Jika memang tidak mampu menahan tangis, laki-laki di"wajibkan" untuk mencari tempat yang jauh dari pandangan umum untuk menangis. 


Selain karena faktor budaya yang meng"Haram"-kan  laki - laki untuk menangis. Laki-laki pada dasarnya jarang mengandalkan emosinya, kebanyakan menggunakan pikirannya untuk merepresi seluruh perilakunya. Sehingga hal ini membuat laki-laki tidak begitu ekspresif secara emosi. Jika menghadapi masalah, mereka cenderung lebih sering menyimpannya sendiri dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sebaliknya, wanita jika ada masalah akan merasa kurang klop kalau belum "curhat" kepada orang lain tentang masalah yang dihadapinya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar